Memang belakangan ini SepakBola indonesia masih jalan di tempat, khususnya dari Kompetisi Liga dan prestasi Timnas Indonesia. Dari Kompetisi Liga pun Indonesia masih tidak konsisten contohnya tidak konsisten soal Peraturan dan Regulasi yang terkadang berubah di tengah jalan.
Sedangkan dari Prestasi Timnas Senior pun Indonesia masih jalan di tempat. Kurangnya perkembangan usia dini masih menjadi penyebab utama Indonesia, alhasil PSSI Pun membuat terobosan baru dengan menaturalisasikan pemain asing untuk memperkuat Timnas Indonesia contohnya Spasojevic.
Justru dengan banyak nya pemain asing yang di naturalisasikan untuk Memperkuat Timnas Indonesia malah membuat pemain asli Indonesia tidak berkembang.
Contohnya Filipina Yang kini mayoritas di huni pemain Naturalisasi, namun ketika Timnas U23 atau kebawahnya tidak bisa berprestasi, justru malah jadi lubung goal Bagi Tim Negara Lain.
Seperti judul artikel ini "Kapan Sepak Bola Indonesia Maju?," Memang kita tidak tau kapan SepakBola Indonesia akan Maju, tapi setidaknya SepakBola Indonesia seharusnya tidak jalan di tempat. Jangan sampai negara yang kita cintai ini tertinggal dari Negara Asean lain, contohnya Vietnam yang sebelumnya berhasil lolos ke babak Final AFC U23.
Semoga Sepakbola Indonesia di urus oleh pemimpin yang mengerti tentang Sepakbola agar SepakBola Indonesia dapat melangkah maju. Sekian dari artikel yang saya buat ini, semoga bermanfaat. Terima Kasih. Bravo Sepak Bola Indonesia! Salam Olahraga!
SMA Negeri 1 Cilimus, selain menjadi sekolah adiwiyata sekarang sekolah ini juga termasuk dalam sekolah sehat. MEngkuti lomba sekolah sehat, Sekolah ini mempunyai tujuan untuk membuat para siswa sadar akan pentingnya kesehatan bagi kita semua.
Di sekolah ini terbentuk tim yaitu KKR Yang bertugas membimbing kita untuk menjaga kesehatan tunuh dan kesehatan sekolah kita.
SMA Negeri 1 Cilimus adalah Sekolah yang berada di Kecamatan Cilimus, kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Sekolah ini sudah termasuk dalam kategori sekolah adiwiyata. Yaitu sekolah yang mengutamakan kebersihan lingkungan.
Awal dari perjalanan sekolah ini menuju Sekolah Adiwiyata adalah bukan perkara yang mudah. karena kita sebagai siswa dituntut untuk selalu menjaga kebersihan diri kita, kelas dan tempat lainnya yang berada di sekitar sekolah. Semua siswa pun di haruskan membuang sampah sesuai jenisnya.
Di Sekolah ini terdapat beberapa ruangan, seperti kelas, kantor, perpus, masjid, bank sampah dll. Ruangan Bank sampah ini, tempat pembuangan sampah yang nantinya akan di olah atau biasa di kenal dengan daur ulang. Di sekolah ini terdapat banyak pohon, sehingga membuat kita nyaman dan merasa sejuk setiap hari.
Dan bisa kkalian lihat dari foto diatas, bagaimana keadaan sekolah ku.
Jika biasanya lagu-lagu religi hanya dilantunkan oleh grup Qasidah
atau Nasyid saja, maka kini lagu-lagu bertema religi bisa didendangkan
oleh siapa saja.
Tak kalah eksis dengan genre pop dan rock, lagu religi juga
mendapatkan tempat sendiri bagi penikmat musik di seluruh dunia.
Berbicara dengan lagu religi, ada beberapa penyanyi yang berhasil
terkenal berkat kepiawaiannya mendendangkan alunan lagu religi.
Inilah 5 penyanyi religi paling terkenal sedunia versi JadiBerita.
1. Sami Yusuf
Sami Yusuf (musikpedia)
Sami Yusuf menjadi penyanyi religi paling terkenal sedunia sejak
meluncurkan album pertama bertajuk Al-Mu’allim pada 2003 silam. Tak
tanggung-tanggung, album pertamanya terjual sebanyak 3 juta kopi. Tak
puas dengan satu album saja, Sami pun kembali merilis album kedua
berjudul My Ummah dengan nilai penjualan sebanyak 4 juta kopi. Beberapa
lagu Sami tak selalu memakai bahasa Inggris saja. Acapkali ia suka
memadukan dengan bahasa lain seperti Bahasa Urdu, Arab, Iran, India,
Turki, dan Melayu.
2. Maher Zain
Maher Zain (viva)
Maher Zain pun ikut masuk dalam jajaran penyanyi religi paling
terkenal sedunia. Namanya langsung meroket berkat lagu berjudul Insha
Allah. Lagu-lagu Maher sebagian besar hampir menggunakan jenis RnB. Pada
tahun 2011, beberapa lagu Maher dibuat versi bahasa lain, seperti lagu
Insha Allah dan For the Rest of My Life yang dialihkan ke dalam bahasa
ke Bahasa Indonesia. Judul lagunya pun berubah dari For the Rest of My
Life menjadi Sepanjang Hidup.
3. Raihan
Raihan (maniaklagu)
Grup Nasyid bernama Raihan juga termasuk sebagai penyanyi religi
terkenal di dunia. Grup asal Malaysia ini tercatat sudah merilis 11
album dan beberapa lagunya tak hanya berbahasa Melayu, tetapi juga
Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Perancis, serta Bahasa Cina.
Raihan memiliki 5 orang personel di antaranya Che Amran Idris, Abu Bakar
Md Yatim, Amran Ibrahim, dan Zulfadli bin Mustaza. Sebagai grup Nasyid
terbaik, Raihan pernah mengadakan Tur Internasional, seperti ke
Indonesia, Singapura, Russia, Manchester, Bristol, Glasgow, dan masih
banyak lagi.
4. Zain Bhikha
Zain Bhikha (musikpedia)
Pria kelahiran 9 Agustus 1974 bernama Zain Bhikha ini juga menjadi
salah satu penyanyi religi terpopuler sedunia. Hingga saat ini, Zain
telah merilis 9 album religi yang selalu diterima positif oleh penikmat
musik di belahan dunia. Hebatnya, Zain didaulat sebagai ikon dari musik
Islam. Album milik Zain sendiri banyak beredar di berbagai negara
contohnya Turki, Malaysia, Australia, Kanada, Britania Raya, Amerika
Serikat, dan Timur Tengah
5. Native Deen
Native Deen (musikpedia)
Di posisi kelima alias terakhir, Native Deen berhasil mencatatkan
diri sebagai penyanyi religi paling terkenal di dunia. Ini adalah sebuah
grup musik yang punya tiga personel bernama Joshua Salaam, Abdul-Malik
Ahmad, dan Naeem Muhammad. Genre musik yang diusung oleh grup asal
Washington D.C ini adalah Hip-hop. Native Deen kini sudah merilis empat
album yang masing-masing bertajuk Not Afraid to Stand Alone, Deen You
Know, I Am Near, dan The Remedy.
Maher Zain, Salah satu musisi musik religi luar negeri yang sukses di Indonesia
Dalam perkembangannya, musik Islam akhirnya sampai juga di
Indonesia. Musik Melayu dan Arab memberi pengaruh besar terhadap musik
Islam ala Indonesia. Mulanya, dua musik yang identik dengan gambus
tersebut berkembang pesat di Sumatra dan seluruh pesantren di Indonesia
pada 1940-an. Kala itu, ada seorang musisi gambus ternama Abdullah
al-Habsi. Dalam perkembangan musik modern Nusantara, gambus ikut
memainan peranan penting.
Musik gambus ini disebut-sebut juga sebagai cikal bakal musik
dangdut. Musik yang didominasi rebana dan tabla ini mejadi unsur musik
dangdut hingga kini. Ciri khas musik gambus, yakni liriknya berupa
puji-pujian kepada Tuhan. Belakangan, musik yang dipengaruhi musik
Melayu dan Arab ini disebut musik religi. Menurut Indriyana R Dani dan
Indri Guli dalam Kekuatan Musik Religi, musik religi adalah bunyi dalam
lirik dan lagu yang mengandung nilai dakwah. Bila diperdengarkan secara
live atau melalui media visual dan elektronik, seperti radio, televisi,
dan dalam bentuk digital, pendengar atau penikmat merasa lebih dekat
kepada Sang Pencipta, sehingga menimbulkan suatu emosi dalam diri. Hal
yang membedakannya dengan musik umum, yakni lirik atau syair. "Lirik
ataupun syair musik religi mengandung makna yang lebih mendalam dan
sarat pesan,” tulis mereka dalam buku tersebut. Sementara, Dede
Burhanudin dalam makalah hasil penelitian Litbang Kementerian Agama
mengatakan, musik Islam hingga awal kemerdekaan masih identik dengan
musik padang pasir. Instrumen yang digunakan masih sangat khas Arab,
yakni rebana dan liriknya pun berbahasa Arab.
Gaya itulah yang disebut dengan kasidah. Penikmat kasidah
sangat terbatas, hanya di kalangan pesantren, madrasah, dan penganut
Islam tradisional. Gaya musik religi itu terus berlangsung hingga
1970-an. Saat itu, muncul grup musik Bimbo yang digawangi empat
bersaudara Sam, Acil, Jaka, dan Iin. “Melalui Bimbo, terjadi sebuah
revolusi musik kasidah di Indonesia. Bimbo menjadi sebuah fenomena.
Selain sukses dalam musik pop, Bimbo juga sukses dalam musik kasidah,”
ujar Dede. Memasuki 1980-an, dimulai babak baru musik religi Indonesia
dengan hadirnya grup seni vokal nasyid. Layaknya kasidah tanpa alat
musik, demikianlah nasyid di awal kemunculnya. Syair-syair religi
berbahasa Arab dinyayikan secara akapela. Secara etimologi, nasyid
berarti senandung. Dengan tema terbatas dan hanya menggunakan bahasa
Arab, nasyid pun tak dinikmati semua kalangan. Barulah pada 1990-an,
Malaysia membawa pengaruh nasyid ke Indonesia dan membuatnya laku keras.
Terdapat beberapa grup nasyid asal Malaysia yang terkenal saat itu,
yakni Nadamurni dan The Zikr.
Malaysia juga menelurkan grup nasyid yang kemudian booming di
Indonesia, yakni Raihan. “Grup inilah (Raihan) yang dianggap memicu
perkembangan nasyid di Indonesia. Soalnya, Raihan mampu memberi warna
baru dalam khazanah nasyid dengan konsep ngepop dan easy listening.
Sebelum kemunculan Raihan, grup-grup nasyid di Indonesia hanya memiliki
dua kecenderungan, yakni menggunakan perkusi rebana dan akapela,” kata
Dede. Sejak itu, muncul grup nasyid Indonesia, seperti Snada, Izzatul
Islam, dan Qatrunnada. Dalam khazanah musik religi Indonesia, sebenarnya
terdapat banyak musisi lain yang juga sempat naik daun. Para musisi
itu, di antaranya Emha Ainun Najib, Haddad Alwi, hingga yang masih eksis
saat ini, yaitu Opick. Marawis dan hadrahPenikmat musik Islam di
Indonesia juga mengenal marawis dan hadrah. Marawis yakni permainan alat
musik pukul dengan perkusi sebagai nada utama. Seni musik marawis
merupakan hasil perpaduan budaya Arab dan Betawi
Sedangkan, hadrah merupakan pertunjukan seni dari Melayu yang
mengolaborasikan nada gendang, gong, dan biola. Para pria dan wanita
memainkan alat musik tersebut sembari memperagakan tarian atau
permainan. Para pemainnya mengenakan busana adat Melayu. Marawis dan
hadrah masih dapat dijumpai hingga kini. Tapi, kehadiran mereka hanya
menjadi pewarna musik religi. Keduanya hanya berkutat di lingkup
tradisional dan tak sepopuler nasyid ataupun kasidah modern. Musik
religi di Indonesia belum digarap secara serius. Bicara mengenai musik
religi di Indonesia, Bimbo bisa dikatakan sebagai pionir penggerak
revolusi di bidang ini. Pada era 1970-an, sebenarnya banyak muncul
penyanyi yang membawakan nada dakwah dalam lagu mereka. Meski demikian,
Bimbolah yang pertama kali berani keluar dari pakem musik religi yang
identik dengan gambus. Lagu “Tuhan” menjadi tembang religi pertama yang
ditulis dan disenandungkan kelompok musik asal Kota Kembang tersebut.
Meski era terus berganti, lagu-lagu religi Bimbo masih sering diputar
hingga kini.
Revolusi musik religi kembali terjadi di era modern dengan
dipelopori grup band GIGI. Pada bulan Ramadhan 2004, GIGI yang digawangi
Armand Maulana (vokal), Dewa Budjana (gitar), Thomas Ramdhan (bas), dan
Gusti Hendy (drum) merilis album religi perdana bertajuk ‘Raihlah
Kemenangan’. Dalam album ini, GIGI mengaransemen ulang beberapa lagu
religi Bimbo, diantaranya “Tuhan” dan “Rindu Rasul”. Kemudian, pada
Ramadhan berikutnya, GIGI tak pernah absen mengeluarkan album religi. Di
album religi kedua mereka, lagu “Perdamaian” yang dipopulerkan Nasida
Ria digubah dengan dahsyat oleh GIGI. Aransemennya begitu berbeda. Tak
ada lagi lengkingan alat musik tradisional. Semua digubah dengan
dentuman musik pop rock modern. Berkat GIGI, lagu kasidah era 70-an ini
pun kembali populer di kalangan anak muda. Musik religi ala GIGI ini
berhasil mencuri perhatian masyarakat. Kesuksesan GIGI mendorong
hadirnya tembang-tembang religi dari grup band ternama, seperti Ungu,
Armada, Seventeen, dan lain-lain. Masih musiman Menurut Indriyana R Dani
dan Indri Guli dalam Kekuatan Musik Religi, musik religi di Tanah Air
masih perlu dieksplorasi. Hal ini karena kualitas musik religi masih
belum mampu mendunia dibanding musik ciptaan musisi Barat. Musik religi
di Indonesia dinilai belum digarap serius karena hanya muncul pada saat
Ramadhan saja. Dengan kata lain, musik religi ciptaan para musisi
Indonesia masih bersifat musiman. Jika dibandingkan dengan musik religi
Barat dan Timur Tengah, kata mereka, Indonesia kalah pesat. Musik religi
di AS, Eropa, dan Timur Tengah berkembang sangat pesat. Salah satu
contohnya dapat dilihat pada musik religi beraliran rap yang berkembang
di AS.
Cikal bakal lahirnya kelompok rap Muslim itu adalah Nation
of Islam, sebuah gerakan spiritual yang dipimpin Louis Farrakhan.
“Disebut sebagai rap Muslim karena fenomena musik baru ini menyuarakan
nada yang pas, terutama untuk orang-orang Afrika-Amerika yang merupakan
sepertiga dari jumlah Muslim di AS,” kata Indriyana. Namun, untuk
meningkatkan kualitas musik religi Indonesia tidak lah mudah. Bahkan,
untuk melakukan pendataan perkembangan musik religi di Indonesia pun
sangat sulit. Menurut Indriyana, selama ini tak pernah ditemukan data
mengenai kemajuan musik Islam tersebut. Padahal, jika melihat
perkembangannya telah banyak lagu religi yang dibawakan musisi Tanah
Air. Akibatnya, potensi musik religi pun sulit dieksplorasi.
Matta Band dengan judul Allah Kuasa Makhluk Tak Kuasa (Feat. Derry Sulaiman)
Merpati Band dengan judul Ampuni aku
Merpati Band dengan judul Jalan Terangmu
Merpati Band dengan judul La Tahzan (Jangan Bersedih)
Nadhira dengan judul Bidadari Syurga
Netral dengan judul Ampuni aku tuhan
Nidji dengan judul Cahaya Ramadhan
Opick dengan judul Ku Tak Pernah Layak
Opick dengan judul Terima Kasih Ayah (feat. Abida)
Opick dengan judul Ya Maulana
Opick dengan judul Ya Muhammad Ya Rasulullah
Opick feat Adiba Terima Kasih Ayah
Opick Feat Ustadz Jefri dengan judul Ya Robbana
Radja dengan judul Bismillah
Rano Karno dengan judul Kusambut Ramadhan
Religi D’bagindas dengan judul Jalan Terang
Sandhy Sondoro dengan judul Persembahan Untukmu (Allah Allah Ya Robbi)
Setia Band dengan judul Jalan Terbaik (New Version)
ShaheilaO dengan judul Usaha Dan Doa (feat. Dai)
Shifter dengan judul Ampuni Aku (Feat. Chindy)
Skillet dengan judul My Religion
Statuz dengan judul Hari Pembalasan
Stinky dengan judul Berikan Hidayah Mu
Ungu dengan judul Bila Tiba
Wali dengan judul Cabe (Cari Berkah)
Wali dengan judul Sayang Lahir Batin
Wali dengan judul Si Udin Bertanya
Winner dengan judul Ampuni Aku
Yunika dengan judul Ya Robbi
Zian Zigas dengan judul Taubat So, yang manakah lagu islami favorit kamu? Ke depannya akan selalu kami update daftar kumpulan lagu lagu religi islami terbaru, terbaik dan terpopuler
pada list yang ada di sini. Hargai jerih payah mereka dalam berkarya
dengan selalu membeli CD/DVD ORIGINAL. Untuk itu, kami meniadakan link
download lagu religi atau link download lagu islami. Ada lagu islam
favorit kamu yang belum masuk daftar di atas? Yuk tulis lagu religi
terbaik mu di kolom komentar di bawah